Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Wednesday, August 16, 2006

Accidentally in Solo

Jadi gini nih ceritanya...
Rencananya tanggal 18 Agustus ini gue akan berangkat ke Solo untuk menghadiri pernikahan adik sepupu gue Lia. Dari urusan Tiket sampai dengan jahit baju, semuanya sudah siap. Pokoknya gue dan Rika udah semangat long weekend ini kita bakalan berleha-leha di Solo, bahkan udah sampai bikin jadwal mau kemana aja dan kapan.

Namun...
Kabar buruk melanda pada hari Jum'at 11 Agustus yang lalu. Pak'de Taru, kakak bokap yang paling tua tiba-tiba masuk rumah sakit. Bokap-nyokap yang rencananya akan berangkat tanggal 16 Agustus aku pindahkan flightnya ke hari Senin pagi. Tapi yang namanya nyawa itu ditangan tuhan. Pak'de Taru wafat pada hari Sabtu jam 11 siang.

Di hari Sabtu, disaat travel (dan kantor airline) pada tutup, aku mencoba merubah flight date tiket bokap ke sore itu atau minggu pagi, namun peraturan dari airline menyatakan bahwa tiket hanya dapat diubah tanggalnya sekali, meaning: itu tiket cuman bisa buat hari Senin dan non-refundable. Waaaa... that's a stupid rule!

At the last moment, akhirnya gue beliin tiket baru buat bokap. *sigh... itu tiket hari Senin angus deh.
Minggu pagi gue anter bokap ke Bandara, dan gue spend about 1,5 jam disana jadi calo tiket, siapa tau ada yang butuh tiket buat berangkat besok pagi.

Eh, sesampainya di rumah, Rika bilang: "Mas, aku hari Jum'at dan Sabtu disuruh masuk kantor, lembur..."
Ngga' tau kesambet apa, gue langsung bilang sama Rika kalo kita berangkat ke Solo besok pagi (Senin).
"Telpon kantor sana, bilang ada yang Wafat dan harus ke Solo 2 hari" aku bilang. Tiket buat tanggal 18 aku cancel langsung, dan berangkatlah kita ke Solo pada Senin pagi.

Di pesawat, jadwal jalan2 buat tanggal 18 kita reschedule buat dua hari ini. Banyak yang terpaksa kita coret dari list, seperti jalan2 ke Yogya dan ke Candi Sewu. Karena cuma dua hari dan rada-rada pilek, Vira pun terpaksa kami tinggal dengan neneknya (asik... bapak ibunya honeymoon lagi!!).

Setelah touch-down kita pun langsung nyekar ke kuburan Pak'de yang tepat di depan makam kakek dan nenekku. Setelah berdoa untuk ketiganya, aku dan Rika langsung menuju rumah Pak'de untuk berbela sungkawa dengan Bu'de Taru. Disana kami bertemu dengan sepupu-sepupuku yang lain, anak-anak dari Pak'de. Bu'de tampak sedih, namun tegar. Kadang beliau masih berbicara soal Pa'de seakan beliau masih hidup. Kehilangan seseorang yang dicintai memang berat.

Sticking dengan schedule, aku dan Rika langsung ke rumah Om Dhasono untuk pamit karena tidak dapat hadir dalam pernikahan Lia Sabtu besok (Rika harus masuk kantor kan). Setelah semua urusan formal selesai, jam 1 siang kita memulai liburan di Solo, starting dengan makan siang di restoran pancingan di Boyolali. Ditemani bokap-nyokap dan bu'lik Fatimah, kita makan ikan gurame bakar dan goreng sampai perut buncit-buncit, dilanjutkan jalan-jalan ke Cokro, tempat favorit bokap-nyokap dulu pacaran (hehehehehe).



Cokro itu adalah mata air, menjadi tempat wisata karena selain dijadikan pembangkit listrik tenaga air, juga sebagai tempat berenang yang lumayan asik. Airnya bening dan... wah, bikin pengen banget nyebur deh..
Kita berdua puas-puasin foto disini (biar kerasa kaya' liburan), dan bokap, nyokap dan bu'lik sempet pose anak band... :-))
Sebelum balik ke rumah bokap, kita sempetin mampir ke rumah Bu'de War (kakak bokap) yang sedang sakit. Alhamdulillah keadaannya sudah mulai membaik.

Malamnya kita tidur di rumah bokap di Karangnongko. Ini dulu rumah kakek gue dan diwarisin kepada Pak'de gue, namun Pak'de ga mau dan tukeran sama sawah nyokap. Saat ini rumah ini sudah dijadiin dream-home bokap-nyokap. "Buat Pensiun" kata nyokap, padahal keduanya udah jauh melewati usia pensiun. Karangnongko itu daerah kampung banget yang isinya sawah melulu. Walau jauh dari gunung Merapi, tapi akrena sawah dan datar, Merapi tuh kelihatan jelas dan serasa dekat. Rada ngeri juga, apa lagi di sawah2 sini ada banyak bongkahan batu bekas letusan gunung merapi dari seabad yang lalu. Batu-batu tersebut segede mobil, jadi kebayangkan seberapa gede letusan Merapi sampai bisa ngeludah batu sejauh itu.

Paginya Rika bangun mengigil akibat semalem blagu ga mau pake selimut. Anyway, biar ngga' terlalu kedinginan, kita main badminton dulu. Bokap bikin lapangan badminton dibelakang rumah, dan dipakai orang-orang sekitar untuk klub bulutangkis juga. Ada club house pula... ckckckckc.. gaya resort abis deh.

Siangnya aku sempetin mampir ke Mangkunegaran. Walau sudah sering kesana bawa temen-temenku, Rika belum pernah. Disana selain the usual tour, kebetulan pas ada latihan gamelan dan tari, dan ya kita ikutan deh (turis abis dah). Eh... pas lagi nari, bret... celana gue robek.

Waaaa... jeans gue nyangkut paku di pintu dan ternyata paku itu lebih keramat. Isin tenan (malu banget). Buru-buru deh ganti celana. Mana jeansnya Levis pula, huhuhu... :-(

Akhirnya setelah jalan2 di klewer dan makan selad solo di Klegen, kita pulang ke Jakarta. Kangen nih ama Vira. Sesampai dirumah pun bapak dan ibunya dulu-duluan ngegendong Vira, kaya' anak SD rebutan kue.

Monday, August 07, 2006

Mulai angkat kepala

Minggu lalu, Vira sudah mulai bisa tengkurep, walau masih dibantu papah dan mamahnya. Dia juga sudah mulai kuat angkat kepalanya selama 2-3 menit, walau masih rada manggut-manggut kaya wakil rakyat di DPR, setidaknya manggut-mangut yang ini lucu dan gemesin...
Gue masih adaptasi dan kadang-kadang terheran-heran pada diri sendiri, sepertinya gue mulai biasa sama this fathering stuff.
Kaga' kebatabf deh 4 bulan yang lalu, gerakan se-simple balikbadan, angkat kepala, dan ngoceh kaga jelas bayi bisa bikin gue senang dan tertawa-tawa. I think I'm getting soft... or maybe starting to act my age. ;-)

Friday, August 04, 2006

Ga mau pisah

Rutinitas tiap jam 9 malam keatas adalah menidurkan si kecil Vira sembari Ibunya pules duluan. Kadang cepet, kadang lama Vira tidurnya, kadang kala harus diindung-indung lama baru bisa tidur. Enaknya, Vira kalo uda tidur, bakal bablas sampai besok pagi, jadi alhamdulillah ngga' pernah ngalemin malam panjang seperti orang tua yang lain (cerita mereka sih gitu semua... anak gue kalem aja tuh). Dia tidur pules dan damai dalam boks bayinya.

Vira tidur emang pules, tapi jam 1-2 pagi kita harus bangun dan kasih minum susu. During this time, dia minum sambil tidur, and that is it. Biasanya yang tugas pagi itu mamanya.

Namun, kadang aku juga bangun. Kadang juga bangun karena ada yang pegang-pegang muka. Lha... Vira keluar dari boksnya??!?! Kok bisa??!!

Ya tentu ini kerjaan mamanya Vira yang rada ngga' tega naruh anaknya di boks (atau emang males naruh di boks habis ngasih minum). Policy gue sih, si Vira harus tidur di boks. Dan nanti saat kita pindah kembali ke Rawamangun, Vira tidur di kamarnya sendiri biar mandiri. Tapi mamanya ya gitu lah, belum rela pisah sama anaknya, walau masih dalam satu kamar.

Jadi saat ini paling kalo bangun, aku pindahin Vira ke boksnya (tentunya bila mamahnya udah pules lagi), tapi kadang gue biarin aja tidur disebelah gue, hehehehe... gemes sih.

Monday, July 31, 2006

Bajaj Laknat (Kendaraan Operasional Baru)

Gue berdiri di Lobby, berkeringat sehabis melakukan presentasi yang lama di kantor HRD Plaza Indonesia. Malas rasanya ngambil mobil di parkiran dan nyopir ke beberapa klien lagi di daerah tanah abang, mana parkir susah pula. Karena deket, alternatifnya ya naik Bajaj. Untung ada temen buat sependeritaan.

Bajaj kita meluncur menuju Tanah Abang Timur 18, ke sebuah kantor usaha florist dimana kita akan mempresentasikan progress pembuatan CRM untuk usaha mereka.


"Tungguin ya bang!" sahut Irfan "cuman 15 menit".
"Ngapain loe suruh tunggu? Ntar cari lagi aja Fan"
"Males soalnya ke depan cari bajaj lagi" kata Irfan. Namun memang ternyata meleset. Hampir 1/2 jam kita didalam, dan si tukang bajaj pun mulai terlihat mondar mandir di depan toko. Kadang nempelin mukanya di kaca, mencoba liat kedalem. Gile, malu bener gue. Untung ngga' ada yang liat. Tapi ahirnya kita keluar.

"Ke mana lagi boss?" tanya si tukang bajaj
"Itu bang, ke kantor Hoka-Hoka Bento situ yang tadi kita lewatin" kataku.

Bletek-tek-tek.. roda bajaj pun menggelinding, asap ngepul dan goyangan yang bisa bikin copot tulang kaki gue dari engselnya.

"Bang, ntar rada jauh ya parkirnya, tenang aja, pasti ntar naik lagi" kata Irfan.
"napa parkir jauh2 Fan" tanyaku penasaran.
"ngga' enak ama pak Pius, masa' kita naik bajaj" jawab Irfan, sok elite (padahal makan juga diwarteg, kaki naik sebelah, nambah pula).

Sesampainya, kita memberikan manual software yang kita kerjakan untuk kantor chain restoran itu. Setelah sedikit basa-basi, kita pun pamit. Pak Pius mengantar sampai luar.

"Naik apa pak Chandra?" tanya pak Pius.
"Kita parkir di..."sebelum selesai mejawab, aku diputus oleh Irfan yang sepertinya sedang Borjuis banget hari ini...
"Naik taksi kok pak" sela Irfan.

Namun tak lama setelah kata2 tersebut mencuat dari mulut Irfan... Bletek-tek-tek... Bajaj tadi menghampiri, dan dengan penuh servis membukakan pintu belakangnya.

"Kemana lagi nih Boss?" tanya si supir bajaj..

Aih.. Mati malu berdiri gue...


Tuesday, July 18, 2006

Lagi PeWe (Posisi uWenak) nih!

Setelah nganter ibunya, giliran Vira di-drop-off sama neneknya di Johar. Sembari gue pake baju habis mandi, Vira aku taruh di stroller dulu. Ngga' lama sewaktu mau diangkat, dia langsung nangis kenceng, kejer gitu. Pas dilepas berhenti.... trus tidur.
Sekitar 10 menit kemudian, dicoba angkat lagi... Nangis lagi... waduh, taruh lagi deh, eh bener... diem.
Kaya'nya anak gue lagi PeWe (Posisi uWenak) nih di stroller. Terpaksa bapaknya nungguin sambil nonton TV, sejam kemudian baru berangkat ke rumah nenek, setelah Vira pules... ngga' apa-apalah, ada alesan bisa nonton Oprah dulu sama Magnum PI di star-tv, hehehehe....

Monday, July 17, 2006

Papa Rumah Tangga

Hari minggu kemarin (16 Juli 2006) adalah hari ulang tahun perkawinan gw yang pertama, dan hari ini adalah hari pertama istriku kembali ke kantor setelah hiatus selama 3 bulan melahirkan Vira.

Artinya tadi pagi gue harus bangun pagiiiiiii banget. Ritual tidur kembali setelah sholat subuh sudah tidak berlaku, karena Rika harus masuk kantor jam 07.30 pas, jadi jam 06.45 sudah harus meninggalkan rumah. (btw, during this time, gue sama sekali belum mandi). Being her first day back to work, Vira harus nemenin sampai kantor mamahnya (kaya' anak baru masuk sekolah aja minta ditemenin, namun hari ini kebetulan juga bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah).

Sepulang dari nganter mamanya , baru deh papanya jemur Vira, mandiin Vira, ngasih obat pilek, ngebobo-in, dan akhirnya baru bisa mandi (bau banget tuh... Vira tidur apa pingsan nyium bapaknya ya??). Eh, papanya udah selesai mandi, bersih dan ganteng.... Vira Pup.
Finally, Vira dan papahnya udah siap jam 09.00, dan siap pergi kerumah nenek di Johar. I guess this is my schedule from now on, or until something better arrives. Gue dan Rika belum mau ambil nanny, at least sampai Vira 1 tahunan lah. Saat ini I still can manage, dan neneknya mau kok jadi babysitter selama jam kantor.
Akhirnya Sampai kantor jam 10-an lah, It's a good thing I'm my own boss isn't it.
:-)

Pengalaman ke Rumah Sakit

Wah, ngga' kerasa Vira sudah hampir 3 bulan. Sabtu kemarin setelah nge-drop mama-nya Vira di kampusnya, gue nganter Vira ke Klinik Raudah di Rs.Islam Jakarta. Sudah waktunya untuk imunisasi DPT (Diphtheria, Pertussis, Tetanus) dan polio yang ke-3.
Aku sempet takut, soalnya selama ini kabarnya kalo suntik DPT pasti side-effectnya adalah sakit panas selama kurang lebih 2 hari, sementara besok pagi ada iparku yang nikah di Bandung. Tapi, ya namanya imunisasi, gw ngga' mau terlambat lah. Panas-panas deh, daripada ada masalah nantinya.
Sewaktu mau ketemu dokter, Vira ditimbang dulu, dan suster perawat menawarkan 2 macam tipe vaksin DPT. Terjadilah pembicaraan yang rada aneh:
"Ada yang panas dan yang ngga' panas pak", tawar sang suster.
"kok kaya' teh manis mba'? Yang ngga' panas pake es atau gimana?"
"Ya enggak lah pak. Yang DPT biasa ada resiko demam, itu gejala normal"
"mmmm... jadi ada kemungkinan ngga' demam dong Sus?"
"Iya pak, tergantung kondisi kesehatan si anak"
"Trus kalo yang ngga' panas dijamin ngga' demam Sus?"
"Ya ngga' juga sih pak, tergantung kesehatan si anak"
"Lha... apa bedanya Sus? Sama aja dong"
"Kalo pakai yang ngga' panas resikonya kecil pak"
"anak saya agak pilek nih, kalo pakai yang ngga' panas nanti demam ngga?"
"Ya tergantung pak...""Kok tergantung sih mba'? Ada warranty-nya ngga'?"
"Ya ngga' dong pak, emang beli TV?"
"Harus ada dong mba' anak gue kan jauh lebih mahal dari TV. Bikinnya aja sulit, mba' mau tau sesulit apa?"
"Ih bapak genit"
"Lha... siapa yang genit?? gue lagi nanya vaksin DPT kok"
"Oh, saya kira godain saya"
"Busyet, ge-er banget ya.... soal panas-ngga'-panas tadi gimana"
"Ada 90% kemungkinan ngga' akan demam pak... tuh kan bapak genit"
"Genit apaan sih mba'???!?!"
"Matanya kedip-kedip gitu"
"Saya lagi gendong anak sambil nyusuin botol, mata gatel masa' disuruh ngucek pake jempol kaki, yang bener aja mba"
"Mau saya kucekin pak?"
"Nah.... mba' yang ganjen kan!"

- end of story... jadi ngelantur kemana-mana.

Anyway, akhirnya gue pilih DPT yang ngga' panas, followed by Polio drops. Buat jaga-jaga gue beli Tempra sekalian. Pengalaman tambahan kalo periksa dan imunisasi ke dokter: jadi kenal banyak ibu-ibu. Ada yang demen ngobrol (sampe kuping gue panas...beneran, kuping dah anget banget), ada yang demen ngebanggain anaknya, ada yang rada-rada curhat kaya' iklan teh botol, tapi all in a name of good fun. Biasanya pembicaraan dimulai dari pertanyaan:

"Adek lucu banget sih, mamanya kemana??", tanya si ibu-ibu
"Lagi kuliah...", jawab gue sembari pake suara bayi, seakan Vira yang ngomong
"Wah, bapaknya mau ya nganterin... kalo suami saya mah bla bla bla...."

Dan begitulah mulai hampir 70% pembicaraan di ruang tunggu poli anak. Biasanya yang dibicarakan soal suaminya, anaknya yang mulai bandel, terus memberikan nasehat-nasehat, terus bicara soal tetangganya (sumpah beneran, tetangganya gue kenal juga kagak), dan bisa ngalor-ngidul kemana-mana... Tapi daripada bosen atau ngga' sopan... gue tinggal manggut-manggut aja atau sambil ngeliatin Vira.
Tapi ngga' selalu sih, sering juga dapet yang ngajak ngomong yang rada interesting. Tapi pas lagi dapet yang bigos abis, senjata paling ampuh untuk cabut, gue tinggal liat Vira trus ngomong:

"Napa sayang?? wah, mau pup ya? Bentar ya bu, saya ganti popok anak saya dulu"

Works everytime ;-)

Friday, July 15, 2005

a song of joy...

"Going to the mosque and we're....gonna get married..... Going to the mosque and we're.... gonna get married....."

:-)

Saturday, July 09, 2005

Frames are Done

The frames I ordered are here. I spent the whole night fitting the photos and poster to it last night. I made 10 frames for the wedding, don't they look nice. They cost me $6 each, I just love looking at them, they'll look great at the reception.

Saturday, May 28, 2005

The Invitations

They're finally done and rushed to the printers. Should be sent out before next week. You guys have a sneak preview of it, enjoy.

If it looks a bit unbalanced, its because the crop marks aren't visible. The sides will be folded inside.

I tried to make the map as Old-School as possible. I Took some samples from old Batavia Maps that I found the National Library. I even printed the invitation using old spellings.

This is the information about our wedding, it has our dates, location, etc. If your invitation should get lost or something, please take note here, we want you to come, really!

A new light... a new day...

Sinar pagi menghampiri saat ku bangun dari tidurku, idung rada meler (kena flu) dan batuk-batuk keras menyertai. Sounds like an awful morning. Semua itu luluh terkena kopi panas di pagi hari, bukan iklan tapi secangkir nescafe dan 2 sendok teh gula cukup untuk mengajak-ngajak nyawa ku pada ngumpul walau belek dimata ini hanya bisa dikalahkan oleh nikmatnya mandi pagi. Inilah hari minggu ku.

Hari ini dimulai dengan nonton DVD yang kubeli kemaren di ITC. Bajakan lah, its a way of life. semua itu berlangsung hingga 9.30 dimana sebuah rutinitas "Pre-Wedding" mulai berlanjut. Hari ini ke penjahit baju nikah pacarku. 1 jam perjalanan cukup membuat perut ini minta diisi senada dengan suara-suara para cacing perut yang kelaparan. Namun sebuah sesi make-out dirumah dari tersayangku makes up for my trouble hari ini. Sayang cuma sebentar, soalnya kegiatan rutinnya berlanjut. I should be happy jadwal rutinku habis, tapi sad karena punyanya baru dimulai. Damn.

Sore hari setelah sebuah sesi chatting di internet dan beberapa sesi molor dengan hanya seutas kolor, aku mengakhiri rutinitasnya dengan jemputan. Lumayan, dekat sanggar tarinya ada somay enak. Walau demikian acara malam ini untuk ke 21 nonton film terbaru Will smith gagal karena... flu yang dia dapat dariku. Ironis amat. Oh well. That is my day. How is your's?

Wednesday, April 27, 2005

Korean Airlines' new Uniform


Korean Air's New Advertisement (2005)

Advertising an airline has not reached this level since the SouthWestern Airlines days in the 1970s. Sure, Singapore airlines and others may have advertised about their pretty stewardess, but not their sense in fashion. Since the airline industry is about service, then advertisements like this does make a fashion statement, You'll feel you are on a high class airline and makes that high cost of airline ticket feel a lot better. It's not your usual airline advertisement, but it is eye catching and superbly done, without a sense of being naughty, but more professional.

Their new way of corporate advertising is more interesting that what most airline advertise, as you can see is a step above their old advertising that is like everyone else's. Kimchi Anyone?


Korean Air's Old Advertisement (2003)

Thursday, April 14, 2005

Layanan Masyarakat khas Indonesia

Gembel!!!
Gue dah 3 minggu nunggu bikin KTP belum jadi juga. Kampreeeeet. Tiap kali gue mo ambil bilangnya pak lurahnya belum tanda tangan dan sedang keluar. Keluar melulu, ngga' kerja kali ya. Pemerintah Indonesia tuh korup waktu abis, lelet dan perlu di tendangin kali ya pantatnya. Saat ini paling cuma bisa bilang: kampret!

Sunday, April 10, 2005

Final Design For Wedding


After slaving a week of hand drawing, vectoring in illustrator and finishing touches using photoshop, this is the final design for my wedding Invitation, sort of a Star Wars meets Betawi action. I'm having the whole wedding ceremony as authetically Betawi as possible, so this is the base for what everything will look like, I want the same atmosphere.

I hope you guys like it, coz Rika and I love it. I'll post the invitation as soon as its done.

Saturday, April 02, 2005

Work In Progress


Masih dalam proses sketsa dan pewarnaan kasar. Detail dan highlight belum sama sekali. Nyabar ya... nikahnya masih beberapa bulan lagi kok. :D

Lilypie 3rd Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker