Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Tuesday, February 27, 2007

Batman Membawa Masalah

Kampret luh Batman (kampret dikatain kampret)...
Malu banget gue hari Rabu minggu lalu. Ceritanya gue ngajak temen untuk investasi membangun sekolah di Bandung. Dia ngajak gue makan di Bakerz Inn yang di Citos. Tadinya gue pengen di food court aja (soalnya tanggal tua bo, pas duit lagi seret), tapi karena gue liat ada logo Visa di pintu tuh restoran, gue ok aja. "Bisa bayar pake kartu" pikir gue.

Kebetulan jam makan siang, ya gue pesen makan dong. Mikirnya kan kalo pake kartu minimal 50 ribu, jadi ya gue beli fish and chips serta iced lemon tea.
Gue dan kolega gue sempet ngobrol lama hingga ponsel gue bunyi: "Time to go to the next meeting". Ya udah, gue minta bill, dan gue keluarin kartu kredit. Gue bilang sama kolega gue:

"udah, gue yang bayarin", dan kartu gue kasih ke pramusaji.

Eh, lima menit kemudian dia balik, "maaf pak ada kartu lain?"

Hah?? kok ditolak?? Kaya'nya gue ga telat bayar. Kaga over limit. Kok ditolak. Ya udah, gue bayar pake kartu debit aja.... Lha....

*baru inget, kartu debit/ATM lagi dibawa Rika buat nebus perbaikan handphonenya... mati kutu gue.

Langsung deh gue keluarin 100 ribu terakhir dari dompet gue, itu aja kurang 10 ribu yang akhirnya kolega gue ikutan ngeluarin duit juga... Maluuuuuu......
Udah gitu sampe mobil gue juga masih kelabakan. Gue bayar parkir gimana?? ATM dibawa Rika... wah mampus gue, mana parkir 2 jam lebih...
Bongkar deh tuh mobil. Semuanya dibuka, terkumpul uang receh senilai 8000. Wah, I'm lucky.

Bisa keluar deh dari parkiran citos. Terpaksa deh cancel meeting karena gue money-less buat bayar tol. Sedih banget yak. Sesampai di kantor (3 setengah jam kemudian, Macet man Citos ke Pemuda), gue langsung telpon bank gue.

"Kenapa kartu kredit saya tidak dapat digunakan??? Saya gak over limit kok! Tagihan lunas"

"Oh gini bapak, aplikasi Visa replacement bapak di approve. Kartu Visa Batman sudah dikirim ke rumah bapak, jadi kartu lama sesuai request kami matikan"

So, ternyata dulu waktu gue apply kartu kredit, gue pilih yg Visa Batman (because of the buy 1 ticket to watch a movie and get one free... sorry, movie freak), tapi yang diater yg silver bukan batman. Eh, 2 bulan setelah complain akhirnya dikirim ke gue dan kartu lama gue otomatis di matikan...

Oh Batman, loe bikin gue malu berat...

Saturday, February 24, 2007

I love weekends...

...especially this weekend.
Soalnya tidak seperti hari Sabtu-Minggu yang lalu, weekend ini gue bener-bener free. Tidak ada lemburan atau kegiatan, just Rika, my baby and me. Dari Jum'at malam pun udah terasa "freedom" terutama pas bercanda sama Vira...

I think I'm going to have an awesome weekend this week. I hope the feeling is mutual for all of you out there.

Friday, February 23, 2007

The Last King of Scotland

Oscar Nominated, so it must be good.

Gue kemaren memanfaatkan waktu makan siang gue untuk nonton The Last King of Scotland, film tentang kehidupan diktator sadis Uganda, jendral Idi Amin. Film yang dilakoni oleh Forrest Whitaker ini memang bagus, dan actingnya pun hebat. Shows what power can do to a man without grounds. Menunjukkan bagaimana seseorang bisa merasa dirinya tak terkalahkan, hebat, dll, semua karena kekuasaan, dan bagaimana ia mencoba mempertahankan kekuasaannya dan bahkan kewarasannya.

Forest Whitaker actingnya pas banget, kerasa banget pada karakter yang ia mainkan.

Walau gue ngacungin jempol kedua tangan dan kaki, ada yang membuat gue kecewa soal film ini. Saat film ini dijual sebagai "true story" namun 50% dari karakter dalam film ini adalah fiksi, it just lost its purpose...

Namun blend antara keduanya (true story dan fiction) memang pas. A good film, especially if you loved films like "Hotel Rwanda".

Wednesday, February 21, 2007

Woke up with a smile on my face...

Let's just say I'm very-very happy today.... :D

Salivating over Fakes

Warning: Ini agak sensitif bagi kaum hawa, tapi harap baca sampai selesai baru pass judgement


Tadi siang aku diundang makan oleh seorang teman lama (won't mention her name, let's just call her "Bunga", dia gaptek ini, jadi ga bakalan baca blog ini) kebetulan dia sekarang bekerja disebuah perusahaan audit besar di Jakarta. Kami akhirnya ketemu di Tebet setelah gue selesai ngajar, sekalian dia mo ngenalin sama tunangannya. Kita terakhir ketemu sekitar 5-6 tahun yang lalu sewaktu di Bandung, dan gue terus terang rada kaget waktu ketemu dia. Ada perubahan yang sangat ketara pada Bunga, (maaf) Payudaranya gede banget. Di luar batas normal.


Being the Straight to the Point guy that I am, gue tanya langsung sembari Becanda: "Operasi luh?"
Eh, dia jawab "Iya", and was very glad to tell me all about her breast implants and operation. Bahkan 70% omongan jam makan siang itu mengenai operasi payudara yang ia lakukan di Thailand, and her fiancee didn't even mind, bahkan dia ikutan cerita (apparently he was there).

Bunga tuh kurus, about 160-an cm tingginya, dan now supporting... I don't know, a 36D? Aduh, pokoknya dolly parton banget deh.


Sepulang dari makan siang, gue perfikir, kok mau sih dia operasi plastik? Apa antara dia emang pengennya gede atau emang ga tau estetika? Apa masalah Pede? Gak mungkin masalah Pede, soalnya dia tuh pede banget dari dulu, rame, dll....

Di dunia sekarang ini, apa sih yg ga' possible. Idung pesek bisa mancung, ga suka dagu loe, besok bisa dibuat jadi mirip dagu bintang film mana.Nip and Tuck. and its getting popular.


Trus gue ngebayangin kalo Rika sampai punya payudara segede itu.... HELL NO.

Jangan salah, sebagai genome lelaki, pastilah ada gen porno somewhere di otak lelaki gue yang bilang bigger is better, tapi ngebayangin kalo istri punya aksesoris segede itu dan bikin cowo-cowo lain ngeliatin sambil ngiler....atau jadi bahan imaginasi... Euuuuuh..No thanks....


Secara agama, is plastic surgery allowed? Kalo emang perlu (scar, defaced, etc) sih jelas halal, bahkan jika tujuannya untuk memuaskan suami (no, its true, asal tidak ada maksud "ria") masih halal. Tapi, ga kebayang gue sampe bilang ke bini gue: "Operasi dong yang."

What?!?!?! No way. Dan gue terus terang rada horor dengan fiance temen gue yang excited telling the story. Udah ah, ntar prasangka buruk, dosa.


Everybody wants beauty, but in reality, do we really want that? Which is more precious, real beauty or artificial beauty? Dengan makin komersialnya dunia dan media yang mengidolakan perfection, membius orang untuk menjadi cantik, I'm really afraid how fake the world will be.


Adam Sandler said it best in one of his movies: I love you for what you are, I love you still if your bossoms (payudara) saggs to the ground.

Tuesday, February 20, 2007

What do women want??

Psikiater terkenal Sigmund Freud hingga akhir hayatnya tidak dapat menemukan misteri kehidupan yaitu: What do women want.
Tiga minggu terakhir ini aku mengerjakan project website untuk sabun mandi Biore, dan lebih dari satu minggu dihabiskan hanya untuk membuat satu template design. Mereka ingin gaya yang masuk untuk remaja kuliah dan mereka yang kerja, dan (karena saya bukan kaum hawa) tentunya melakukan research, mulai dari baca-baca Cosmo-Girl hingga beli-beli buku notes dan pernak pernik cewe (kaya' di film Mel Gibson banget ya).
Dua dari tiga template (frame foto untuk kontes) diterima, namun untuk template yang terakhir.... wah, revisinya banyak banget. "Kurang Girly", kalo gue buat girly abis: "kurang mature", gue buat mixture: "terlalu serius", gue buat yang loose: "Let's change the whole thing"...... *halah*
8 revisi kemudian, gue hampir give up. Waktu menunjukkan jam 15.30, cuma satu setengah jam sebelum gue harus jemput Rika. Dalam waktu tersebut gue search di internet untuk semua gambar pernak-pernik cewe dan gue tempel dalam satu halaman... it was a rush "pokoknya jadi" thing, dan heran, para eksekutif wanita di Biore sana menerima loh....
Kerjaan 1 jam gue pass with flying colours, padahal itu bukan best work gue... Walau relief karena dah beres, tapi gue kecewa. It was that easy...

They chose the above than the one below... why??


Dalam perjalanan ke rumah setelah ngejemput Vira dari rumah mertua gue, gue perfikir sendiri... "What do women want?"

If you try hard and give your best, most times they don't really care. But if you give it just a dash bit of effort, most of the times itu yang bikin mereka care. Like the time gue kerja keras ngebikinin tempat tidur bayi untuk Vira, Rika biasa-biasa aja. Tapi jika gue kadang-kadang make an effort untuk buang pampers (which I don't like to do) saat Vira lagi digantiin, gratitudenya selangit.

No really, what do women want?? So does this mean I don't have to try too hard??
It's not logical, I can't compute??!

Friday, February 16, 2007

I love you morphine...

Weits, jangan salah! Bukannya gue madat atau pake obat-obatan terlarang.

Sabtu lalu aku ke dokter gigi setelah beberapa hari yg lalu terasa ada yang aneh di dalam mulutku. Ternyata kata dokter ada gigi yang tumbuh (at my age??!?) dan kebetulan numbuhnya dalam posisi yang rada aneh, yaitu nyelip antara dua gigi. Daripada punya gigi yang aneh nantinya, si dokter gigi menawarkan operasi.
Gile... udah deh langsung terbayang kengerian yang aneh-aneh (maklum, saya amat sangat benci pergi ke dokter gigi... trauma waktu kecil), tapi mau ga mau. Karena gue takut liat suntikan, apalagi mengarah ke bagian yang ada di dalam tubuh, aku minta bius total.

Selasa akhirnya big day. Operasi pun diadakan di klinik besar di jalan Proklamasi, lengkap dengan ahli aniestho... anestolo... ah susah nyebutnya, pokoknya tukang bius. Katanya gue di inject pake morphine.

"Gak bakalan digerebek polisi satu markas kan dok?"
"Ya engga' lah, saya kan dokter, sudah saya takar lah" katanya. "Mulai hitung ya"
"1.. 2... 3... Zzzzzzzz"

Entah berapa jam kemudian, aku bangun dengan mulut bagian kanan penuh kapas. Suster bilang aku bisa langsung pulang. Setelah ganti baju, aku keluar dan ada Rika serta kak Dewi. Eh, mereka berdua pada cekikikan.

"Kenapa?!?! Mulut gue dower lucu ya??"
"Bukan mas, tadi pas mo dioperasi...."
"Kenapa emangnya Rik?"
"Iya, mas kan di taruh sebentar (sekitar 15 menit, tiduran di tempat tidur dorong gitu) di luar ruang operasi, ke semua orang yang lewat, mas bilang I LOVE YOU"

eh, ngakak mereka...

"Yang bener??!? gue ga inget"
"Beneran, bahkan sama nenek-nenek yang lagi lewat habis ronsen. Mas sempet megang tangannya dan bilang I LOVE YOU serius banget, si nenek sampai malu"
"Suster, dokter, cleaning service aja luh nyatain cinta" tambah kak Dewi sembari ketawa mucrat kemana-mana...

Yeah, morphine does stupid things to you, so don't use drugs!


...oh yeah, I love you!

Vira lagi sakit nih

Udah beberapa hari ini Vira batuk dan pilek, dan terkadang panas, eh pake mencret pula. Kalo udah gini bawanya kepikiran melulu, kerja jadi ga konsen, tidur ga tenang. Sedih liat si Vira gini. Baru sekarang ini dia bangun kalo malem, kemungkinan karena hidung tersumbat. Sama mamanya dikasih Breathee dan aku sedot pake pipet. Sejam sekali bangun, kasian deh.

Alhamdulillah ada kemajuan. Waktu gue pulang dari kantor hari Rabu, mertua gue bilang pup nya indah (??!?? don't ask, its an old saying) dan udah ga panas. Pagi ini pun Vira udah jingkrak-jingkrak dan manjat-manjat lagi, cuma pileknya aja yang masih... semoga cepat sembuh, do'ain ya tante dan om.

Monday, February 12, 2007

my New Car in Action

Photographed by Akbar at Jatiasih Highway.

Thursday, February 08, 2007

Horee.... :D

Alhamdulillah...
Kemaren sore listrik di rumah kakakku nyala, dan akhirnya dirumahku nyala sekitar jam 11 malam. Seneng banget deh, akhirnya bisa charge handphone dan nyetrika baju (bosen ke kantor pake baju lecek), serta pakai cincin kawin lagi (di taruh dikamar tapi karena gelap ngga' kelihatan ditaruh dimana). Yang paling seneng, setidaknya bisa nyicil kerjaan kantor dirumah. Mudah-mudahan kaga perlu pake lembur-lembur lagi deh di kantor. :)

Wednesday, February 07, 2007

Masih Banjir?

Badan gue masih pada pegel (note to self: exercise more), tapi apa boleh buat, kemaren sore ke kantor dan lembur. Ngantuk berat dan belum selesai :(

Kemaren pagi sempet hujan deras lagi, sampai banjir lagi. Setelah tidak menemukan jalan keluar dari kebanjiran di jalan, Rika akhirnya ga' ngantor (horeee... ada yang mijetin).

Well, I'm going home now... capek. Semoga perjalanan pulang tidak ketemu banjir.

Relief Effort (Operation Nekad)

Beberapa karyawanku terjebak banjir di berbagai daerah di Jakarta, bahkan ada yang sampai rumahnya kelelep hingga genteng. Walau anak istri mereka telah mengungsi, mereka masih tetep rela menunggu rumah, walau sendirian nagkring diatas genteng. 2 Lokasi terparah terdekat adalah Cipinang dan Kelapa Gading. Bermodal perahu karet (pinjeman) dan nyali nekat (karena ga ada pengalaman melakukan ini kecuali arung jeram pas outing), kami menuju Cipinang dahulu. Bersama Roso dan mbak Sri, Senin jam 8 Pagi kita ke rumah pak Effendi (Pendi) yang sedang duduk di lantai 2 rumahnya.

"Ini udah seret pak, kemaren saya masih tidur di genteng" katanya. Walau sudah di lantai dua, air masih sebetis. Pak Pendi sendirian disini sejak hari Sabtu. Kita membawakan nasi bungkus, Indomie, snack, dan briket, tak lupa satu ransel baju bersih yang telah disiapkan istrinya. 3 hari diatas genteng hanya makan indomie dan tanpa teman (rumah tetangga yg lain 100% kelelep), kok bisa betah. "Yah, rumah saya harta benda yg paling besar sih" katanya sambil tersenyum dan memakan nasi bungkus.

Masih di daerah Cipinang, kita kemudian menuju ke rumah bu Titi. Disana masih banjir se-Paha. Sesampainya sembako kami ludes diambilin orang. Untung mbak Sri bisa nyisain satu buat dikasih suaminya bu Titi. Kita menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam di Cipinang.

Setelah istirahat, makan, dan stok sembako, kita menuju Kelapa Gading. Aku parkir mobil di pulo-mas dan kita mulai naik perahu karet dari rumah susun sampai dengan pos polisi dekat mall (kita lewat perumahan yg banjir). Lumayan capek ngedayung.

Dari sana perahu kita angkat ke ojek gerobak dan dibawa sampai Gading ujung. Walau namanya ojek gerobak, tapi chargenya gila-gilaan, 100 ribu. Disana sempet mendayung sebentar sebelum akhirnya dibantu oleh seorang warga dengan Jetskinya, kita ditarik hingga dekat rumah Ranti (hampir deket Plumpang belakang). Disana kita harus angkat perahu karet melewati jembatan dan mendayung lagi. Ranti sendiri sudah mengungsi ke rumah tantenya di Karet, tapi kita membagikan sembako ke ayah dan adiknya yang menunggu dirumah. Kita drop sekitar 8 box indomie dan briket untuk masak, serta baterai senter dan lilin. Total di kelapa gading bolak balik kita menghabiskan waktu sekitar 5 1/2 jam. But its all worth it... Aku sampai rumah jam 18.45, akhirnya.

Besok ga ngantor, badan pegel semua...
Lantaran sudah 5 hari mati lampu, jadi ga ada fotonya. Bingung mo charge batre kamera dimana.

Monday, February 05, 2007

Jakarta Banjir

By the time you read this, kemungkinan banjir udah seret, tapi tanggal 3, 4 dan 5 Februari yang lalu merupakan "the worst weekend" buat warga Jakarta. Hujan tak ada hentinya, dan Bogor pun memberi kiriman air bah. Alhasil 73% wilayah Jakarta terendam, 25% padam listrik. Sekitar 300 BTS terendam (no communication), ATM semua offline. Not something you expect dari sebuah ibu kota... atau mungkin memang menunjukkan betapa bobroknya negara ini?
I'm lucky. Tinggal di daerah Cempaka Putih Jakarta Pusat, tempat ini memang dari dulu tidak pernah banjir (kecuali jalannya). Namun sejak Sabtu pagi hari hingga aku nulis blog ini, listrik padam. Pusat listrik di dekat sunter terendam air. Belum lagi internet yg mati sejak Jum'at. Lumayan bikin bete, apalagi dengan kerjaan website yg belum rampung. Deadline rabu euy....
Kabar terbaru: Presiden RI, Susilo B,Yudhoyono berseteru dengan Gubernur Sutiyoso (dibaca: payah). Dalam press confrence di TV, Sutiyoso berkata ia tidak akan membuka pintu air cideng karena takut kena istana. "Minta izin pak Presiden dulu" katanya.
SBY langsung berkata: "Saya tidak pernah berkata demikian, Buka gerbang air, Rakyat didahulukan. Istana rusak bisa dibenerin".

Sutiyoso kapan sih turunnya?
This guy is a (maaf) "prick", ia membangun kanal banjir dari tahun 2002 dan sekarang, lima tahun kemudian belum beres. Itu duit pajak gue masuk kantongnya yang mana sih??

Friday, February 02, 2007

Banjir Euy...

Akhir tahun 2006 Indonesia mengalami kemarau berat akibat El Nino yang panas (seperti Tata Young yang bikin panas), dan pada akhir Januari lalu barulah ada air turun dari langit. Kemarau mendambakan hujan, pas dapet langsung over. Too much of something is never good.

Sudah 2 hari terakhir ini langit mendung, kilat beradu dan air tidak henti-hentinya membasahi bumi (asik banget bahasanya... *halah*), tentunya sedikit-demi sedikit Jakarta mulai tergenang air, atau kata lainnya "Banjir Booo". Upaya gubernur Sutiyoso (dibaca: payah) untuk menyalurkan air lewat "kanal banjir" yang ia buat, tidak berdaya terhadap kiriman air gratis dari yang maha kuasa.

Pagi ini paling parah.

Selain tanki bensin gue yang telah menunjukkan angka 0, gue musti manuver keluar daerah perumahan gue sendiri menghindari banjir. Belum lagi perempatan Cocacola yang banjir dan Kelapa Gading... waduh, males banget dah. Rika akhirnya ngantor di Rawamangun karena cabang bank-nya di Kelapa gading tutup, belum lagi shortage man-power akibat terjebak banjir. Saking banjirnya, anak-anak kecil pada berenang di Jalan Raya (lihat gambar).

Alhamdulillah aku sampai kantor dengan kering. Yang jelas sih hujan dan banjir bikin gue kebelet ke kamar mandi...