Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Friday, July 31, 2009

Hari Gini Masih Ada Aja Nigerian Scam, di Facebook Pula


Pernah dengar istilah "Nigerian Scam"?
Ini adalah istilah yang digunakan untuk metode penipuan yang dilakukan via internet oleh kriminal asal Nigeria. Metode ini sudah ada sejak lama, khususnya sejak terjadinya kudeta di Nigeria. Modusnya sama; mengirim email kepada anda, mengaku orang penting (wakil dari eks pemerintahan lama, bankir, istri presiden lama atau lainnya) yang memiliki uang banyak namun butuh orang luar untuk membantu mengeluarkannya dari negara itu dengan cara ditransfer ke rekening anda, dan nanti anda akan diberikan 30% sebagai ongkos. Akhirnya saat transfer anda akan diminta uang jaminan oleh orang yang mengaku dari Bank Swiss dan akhirnya anda akan mengeluarkan duit banyak hingga akhirnya no more contact. You've been scammed (ditipu).
Hal ini bukan fenomena baru, sudah usang malah. Jeremy Wagstaff dalam buku paperback out-of-date keluaran 2007-nya berjudul Loose Wire[1] yang saya dapat secara gratis (hehehe) menuliskannya di bab 4 bagaimana ia meledek mereka dengan cara melayani email mereka yang mengaku sebagai Maryam Abacha. Jeremy memberikan data dari perusahaan anti penipuan Ultrascan Advanced Global Investigations yang berlokasi di Belanda, bagaimana dalam tahun 2005 saja, sebanyak USD$ 3,2 trilyun didapatkan oleh para Nigerian Scam.

Now our story begins...
Salah seorang kolega di kantor gue tiba-tiba kesengsem setengah mampus. Sudah beberapa hari account facebooknya berisi kata-kata manis dan penuh kebahagian[2]. Yup, she's in love.
Menurut laporan sekretaris gue, sejak lama banget dia pengeeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget punya pacar orang bule, dan sepertinya do'anya terjawab. Dapet orang Inggris bow, tajir bin ganteng pula. Lebih okenya, dia siap pindah ke Jakarta, menjadi mualaf dan meminangnya ke pelaminan. Ya kita cuma bisa bilang Alhamdulillah dan turut senang.
"Ganteng loh pak, kayak foto model", kata seorang karyawan. Saya belum lihat sih, dan males juga cari tau urusan orang.

Tidak turut campur saya ini berakhir kemarin siang, jam 2 tepatnya saat karyawan yang kesengsem jatuh cinta ini mengetuk pintu kantor saya.
"Mas, boleh gak pinjem komputer bapak sebentar buat cek online banking? Di blackberry saya gak kebuka"
"Boleh, silahkan"

Ia lalu mengetik alamat bank Natwest, cuman kok akhiran dari url-nya bikin curiga (http://natwestonline-uk.es.tl), dah gitu untuk sebuah institusi bank, itu website jelek amat yak. Reminds me of websites made with Microsoft Frontpage back in the late 90s. Lalu gue tanya: "Rekening kamu? Baru tau Natwest Bank buka cabang di Indonesia".
"Bukan mas, ini punya pacar saya", katanya sembari memasukkan username dan pin yang tertera di blackberrynya. "Dia minta saya ngecek apakah uang pembayaran proyek dari pemerintahan Nigeria sudah masuk belum?"

Wajahnya tiba-tiba berubah jadi berbinar.
Angka fantastis 16.980.000 poundsterling tertera di layar.

Serius, gue gatel. Bukan karena liat angka di layar, tapi itu website jelek amat, sumpah. Sebagai designer yang sudah hampir 8 tahun mengerjakan GUI untuk beberapa web dan aplikasi bagi dunia perbankan, no way ada bank yang bikin website sejelek itu. Apalagi online acount report yang tidak ada previous balance atau option untuk services yang lain, gue amat sangat yakin ini palsu.

"Sorry nih, boleh gak gue cek bentar?". Setelah dipersilahkan, gue cukup click view source dan jreng-jreng, dugaan gue bener, ini fake website. Semuanya hardcode HTML sampai ke angka, made with Microsoft Frontpage 97 pulak.

Shit man, gue rada gak tega bilangin. Tapi bagaimana, evidencenya di depan mata gue dan gue tau fraud/scam macam ini. Hard decision, tapi akhirnya gue angkat bicara.

"Bukannya aku mau turut campur nih, tapi website ini palsu. Data yang kamu lihat palsu." aku katakan pada rekan kantorku.
"Maksudnya mas?"
"Ini website gadungan, lihat aja. Log out pindah halaman gue pencet back bisa, gak secure, ini data palsu, apalagi ada embel-embel Nigerianya."
"Yang bener mas??"
"Beneran loh, aku gak ada maksud apa-apa, cuman ini semacam alat untuk nipu. Kalau boleh tau, kok bisa sampai begini ceritanya gimana? Kalo kamu gak mau cerita gak apa-apa, gue gak maksa. Secret safe sama gue.", kata gue.
"Sebentar mas...", katanya sembari keluar ruangan.

Sekitar sejam kemudian dia kembali, membawa beberapa lembar fax yang kemudian diberikan padaku, matanya rada berkaca-kaca. Dia bercerita bahwa sudah sebulan lebih ini dia kenal seseorang di facebook dan mulai chatting terus. Needless to say, mereka pacaran online lah akhirnya. Dia orang Inggris bernama Raymond Cole, janji mau ke Indonesia dan meminang akhir tahun ini, bersedia jadi mualaf. Kabarnya sebulan lalu ia mengerjakan proyek ke Nigeria. Dari Nigeria mereka terus keep contact, hingga melalui telepon.
One day, si Raymond telpon, bilang kalo dia dapet duit banyak di Nigeria, dia mau langsung ke Indonesia aja bulan depan. Dia minta kakaknya kirim semua barangnya ke Indonesia melalui jasa perusahaan bernama Globalink Express. Pagi tadi dia katanya dapat kabar dari perusahaan itu bahwa barang-barang si Raymond stuck di Malaysia, gak bisa masuk karena kurang biaya pajak masuk dan uang pelicin untuk petugas bea cukai Indonesia. Dia diminta membayar fee sebesar USD$1200 agar bisa masuk.
Dia telpon lah pacarnya, melapor. Pacarnya minta dia bayarin dulu karena susah dia transfer uang dari Nigeria, katanya susah internet connection disana... (lho, kok bisa chatting dan facebook hampir tiap hari?!??).
Pacarnya bilang untuk tidak khawatir, pasti nanti diganti (plus rayuan gombal lainnya). Dia memberikan alamat e-bankingnya di Natwest supaya percaya.

Well, it was a fake like I said before. Semuanya fake sampai ke perusahaan jasa pengiriman palsu Globalink. For a company that has a tracking service, the quality of the web design is shit. Yang global link ini agak pinter karena dibuat seakan bukan hard coded html saat dibuka source codenya, tapi teteup lah kebaca ama gue, apalagi di fumble, semuanya masib berextension .html semua.

Mulailah pengecekan, dari nomor telpon yang lumayan palsu: +44 7234 xxxxx. Nomor +44 memang kode internasional Inggris (Indonesia +62), tapi nomor 7 setelah nomor internasional adalah nomor divert, dan divert itu tujuannya adalah Nigeria (234).

Lalu dimulailah google search dengan keyword: Raymond Cole Scam Nigerian
The result was............ banyak banget.

Gue merasa kasihan banget sama rekan sekantor gue, dia heart broken banget dan kesel (ya iya lah). In a way, I feel guilty, tapi masa' gue tega membuiarkan dia terus ditipu dan sampai kehilangan uang. I didn't feel good at the end of the day, but I didn't feel bad either.

Watchout guys, there are a lot of bad guys in the world, and the internet is one of its tool to get their prey.

_____________________________

[1] out of date karena isinya tentang teknologi, dan lompatan teknologi begitu tinggi, hingga buku 2007 itu sudah obsolete.
[2] She's not your typical jolly person.

Friday, July 17, 2009

Another Bomb Strike

After being bomb free for the last 2 years, it seems one snucked itself back into this city. Its target was the Ritz Carlton hotel in Mega Kuningan, just a few meters from the JW.Marriot, where a bomb went off just minutes before.
I am so happy that friends and family who worked nearby was neither hurt nor injured by the blast. A friend of mine who worked at the Ritz also was uninjured thank God.
I'm just appalled that in this day and age, some whacko terrorist think its OK to play with explosives, what the f*** was that asshole thinking. Its never OK for any reason what so ever to injure another living being. I hope they get the bastard terrorists who did this.
Another bomb was reported to have exploded at Muara Angke, that makes 3.
Of all day, why Friday?

Tuesday, July 14, 2009

Please Vote For Me!

Hey guys, barusan ikutan "Jakarta Photo Manipulation Competition" at kayakarya.com, direktori jasa kreatif Indonesia. Help me out, please vote for me by giving a rating provided by the site. Give me a rate 3 star at least (or 5 stars if you love me *wink-wink*) for the picture I submitted below at kayakarya.com. No registration necessary, just follow the link by clicking here or the photo below. Do'ain menang ya :-D

Jakarta - A fast paced city

Saturday, July 11, 2009

Hidup di Jakarta Itu Mahal Ternyata... [2]

Setelah posting soal living cost gue di Jakarta pada bulan Desember 2008, kok semua orang merasa takjub, gak percaya. Ada yang bilang diirit-iritin lah, ada yang bilang gue nipu lah. Yah gue sih terserah pembaca sih, kalian berhak atas pendapat masing-masing.
Terus terang ada peningkatan pengeluaran sejak 6 bulan yang lalu, tertama sejak Vira mulai sekolah. Dan penambahan biaya agar lebih rinci pengeluaran gue akan dijabarkan kembali dibawah, lengkap dengan tanggalnya.

Mungkin kudu kenal lebih dalam dulu mengenai gue supaya lebih memudahkan untuk make sense. Gue ini adalah entepreneur yang lahir dari seorang entepreneur juga dan seorang akuntan. Dari kecil ya gue diajarin supaya pengeluaran minim dan penghasilan maksimum (makanya gue dibilang pelit pas kecil, hehehe).

Selain itu gue seorang strategist. Hidup gue dilandasi oleh design agar hidup gue lebih hemat dan maksimum. Itulah kenapa gue kerja sendiri dan memilih lokasi kerja yang deket rumah, pilih mobil yang hemat walau culun, dan lain sebagainya.

Istri gue? Wah dia lebih ketat lagi. Orang terdekat gue tau kalo panggilan sayang buat istri gue adalah "Menteri Keuangan", karena 90% gaji gue ya dia yang megang, dan dia yang ngontrol pengeluaran gue.

So, Here is the updated version of our expenses circa June 2009:

Living Cost

  • Belanja bulanan*1 per struk Carrefour 28 Juni 2009 : Rp.972.000
  • Belanja pasar*2 @ Rp.25.000 perhari : Rp.750.000
  • Tagihan listrik (19 Juni 2009) : Rp.352.000
  • Tagihan PAM (19 Juni 2009) : Rp.15.000 (abonemen only, gak pernah dipake)
  • Tagihan AQUA gallon (6 Juli 2009) : 120.000
  • Tagihan gas masak sebulan*3 : Rp.25.000
  • Tagihan kebersihan & keamanan (30 Juni 2009) : Rp.50.000
  • Tagihan telepon rumah (19 Juni 2009) : Rp.72.000
  • Tagihan seluler prepaid*4 (30 Juni 2009) : Rp.100.000
  • Tagihan cable TV (15 Juni 2009) : Rp 150.000
  • Tagihan internet FirstMedia : Rp.135.000
  • Gaji nanny Vira : Rp.450.000
  • Jajan Vira sebulan : Rp.25.000
  • SPP playgroup Vira : Rp.150.000
  • Langganan majalah : Rp.120.000
  • Asuransi kesehatan : Rp.250.000
Total living cost only : Rp.3.736.000


Transportasi & Asuransi
  • Bensin sebulan*5 : Rp.400.000
  • Ongkos bengkel*6 : Rp.250.000
  • Cicilan mobil*7 : Rp.750.000
  • Asuransi mobil*8 : Rp.141.700
Total transportasi & asuransi : Rp.1.641.700

Grand Total montly cost = Rp.5.378.700

Penjelasan:
*1 : Termasuk susu anak, diapers, indomie, buah, saus & rempah, toiletries (sabun, pasta gigi, dll), sabun cuci, sirop, teh, sabun cuci, softener, cairan pel, dll.
*2 : Daging sapi/ayam seharga Rp.12.000, sisanya rempah, sayur dan telur.
*3 : 1 tabung habis dalam 3 bulan, jadi Rp.75.000 dibagi 3.
*4 : Demi Allah gue dan istri Cuma habis masing-masing Rp.50.000 per orang. Kita kerjanya cuman SMS dan jarang telpon ke orang lain. Kalo telpon ke sesame karena satu layanan jadi murah.
*5 : Sesuai 4 struk bensin selama bulan Juni 2009 masing-masing Rp.100.000 (22.2 liter). Mobil gue Xenia 1000cc, sengaja gue beli karena hemat cui.
*6 : Ongkos diluar reparasi. Servis 2 bulan sekali, jadi dibagi 2 harganya.
*7 : Hutang mobil Cuma 40jt, jangkan waktu 5 tahun dengan bunga flat 3% (pinjaman karyawan), silahkan hitung sendiri.
*8 : Sesuai kontrak yaitu 8,5jt/5thn = 8,5 dibagi 5, lalu dibagi 12 = Rp.141.700.


Ini semua tentunya belum termasuk tabungan. Kenapa tidak termasuk tabungan??
Bagi gue tabungan itu adalah uang yang tidak kemana-mana atau uang terencana. Expense seperti biaya pendaftaran dan uang pangkal sekolah Vira gak termasuk dalam expenses gue, karena sudah direncanakan.
Ini juga termasuk uang jajan, uang makan-makan ke restoran, uang vacation, dll. Itu semua masuk tabungan agar terkontrol. Gue dan keluarga habis sekitar 200 - 250.000 (ya, cuma segitu, ada penjelasannya nanti) sebulan untuk makan-makan bareng, dan itu keluar dari tabungan dan kita tau berhentinya kapan. Kalau mau ada acara bulan depan, ya bulan ini kita makan di rumah aja.

Berapakah yang gue tabungin sebulan?
Tabungan pendidikan (untuk biaya masuk sekolah, non-spp) : Rp.300.000
Tabungan liburan : Rp.250.000
Tabungan pribadi : Rp.300.000
Tabungan jalan-jalan/makan-makan: 300.000
Tabungan dana darurat : Sudah keisi 12x gaji, jadi gak perlu diisi lagi.

Kalau ditambahkan memang lebih dari 6jt sebulan, tapi duit tabungan kan di tetep milik gue dan bukan expenses bulanan. Lagian yang protes kan lebih dari 6jt belum termasuk tabungan kan??

Here's a good question:
"Loe kan sering makan-makan sushi, masa' sih pengeluaran makan lo cuman segitu?"

My friends, that is why its good to be the boss. Kalo lo liat di blog foto atau facebook gue, kan semua itu makan siang, dan pasti selalu bersama client (walau client kagak gue foto kali). Kalo gue lunch dengan client dan rapat, itu kan expenses kantor, bukan gue dong yang bayar. Please deh, kalo gak sama client gue juga makannya pecel ayam di perempatan Pemuda-Pulomas. Paling mahal kwetiau siram yang 12.000 per porsi.

The point here, kalo kantor lo gak ngasih benefit lunch atau entertain client, bikin usaha diri gih dan berikan benefit itu pada dirimu. I have no credit card debt and is happy as a bird.
Oh ya, plus one more thing. Gaji Rika 100% dipake sama dirinya, jadi gue minim ngasih duit dia buat belanja :-D

So yeah, thats my expenses. How's yours?