Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Saturday, July 11, 2009

Hidup di Jakarta Itu Mahal Ternyata... [2]

Setelah posting soal living cost gue di Jakarta pada bulan Desember 2008, kok semua orang merasa takjub, gak percaya. Ada yang bilang diirit-iritin lah, ada yang bilang gue nipu lah. Yah gue sih terserah pembaca sih, kalian berhak atas pendapat masing-masing.
Terus terang ada peningkatan pengeluaran sejak 6 bulan yang lalu, tertama sejak Vira mulai sekolah. Dan penambahan biaya agar lebih rinci pengeluaran gue akan dijabarkan kembali dibawah, lengkap dengan tanggalnya.

Mungkin kudu kenal lebih dalam dulu mengenai gue supaya lebih memudahkan untuk make sense. Gue ini adalah entepreneur yang lahir dari seorang entepreneur juga dan seorang akuntan. Dari kecil ya gue diajarin supaya pengeluaran minim dan penghasilan maksimum (makanya gue dibilang pelit pas kecil, hehehe).

Selain itu gue seorang strategist. Hidup gue dilandasi oleh design agar hidup gue lebih hemat dan maksimum. Itulah kenapa gue kerja sendiri dan memilih lokasi kerja yang deket rumah, pilih mobil yang hemat walau culun, dan lain sebagainya.

Istri gue? Wah dia lebih ketat lagi. Orang terdekat gue tau kalo panggilan sayang buat istri gue adalah "Menteri Keuangan", karena 90% gaji gue ya dia yang megang, dan dia yang ngontrol pengeluaran gue.

So, Here is the updated version of our expenses circa June 2009:

Living Cost

  • Belanja bulanan*1 per struk Carrefour 28 Juni 2009 : Rp.972.000
  • Belanja pasar*2 @ Rp.25.000 perhari : Rp.750.000
  • Tagihan listrik (19 Juni 2009) : Rp.352.000
  • Tagihan PAM (19 Juni 2009) : Rp.15.000 (abonemen only, gak pernah dipake)
  • Tagihan AQUA gallon (6 Juli 2009) : 120.000
  • Tagihan gas masak sebulan*3 : Rp.25.000
  • Tagihan kebersihan & keamanan (30 Juni 2009) : Rp.50.000
  • Tagihan telepon rumah (19 Juni 2009) : Rp.72.000
  • Tagihan seluler prepaid*4 (30 Juni 2009) : Rp.100.000
  • Tagihan cable TV (15 Juni 2009) : Rp 150.000
  • Tagihan internet FirstMedia : Rp.135.000
  • Gaji nanny Vira : Rp.450.000
  • Jajan Vira sebulan : Rp.25.000
  • SPP playgroup Vira : Rp.150.000
  • Langganan majalah : Rp.120.000
  • Asuransi kesehatan : Rp.250.000
Total living cost only : Rp.3.736.000


Transportasi & Asuransi
  • Bensin sebulan*5 : Rp.400.000
  • Ongkos bengkel*6 : Rp.250.000
  • Cicilan mobil*7 : Rp.750.000
  • Asuransi mobil*8 : Rp.141.700
Total transportasi & asuransi : Rp.1.641.700

Grand Total montly cost = Rp.5.378.700

Penjelasan:
*1 : Termasuk susu anak, diapers, indomie, buah, saus & rempah, toiletries (sabun, pasta gigi, dll), sabun cuci, sirop, teh, sabun cuci, softener, cairan pel, dll.
*2 : Daging sapi/ayam seharga Rp.12.000, sisanya rempah, sayur dan telur.
*3 : 1 tabung habis dalam 3 bulan, jadi Rp.75.000 dibagi 3.
*4 : Demi Allah gue dan istri Cuma habis masing-masing Rp.50.000 per orang. Kita kerjanya cuman SMS dan jarang telpon ke orang lain. Kalo telpon ke sesame karena satu layanan jadi murah.
*5 : Sesuai 4 struk bensin selama bulan Juni 2009 masing-masing Rp.100.000 (22.2 liter). Mobil gue Xenia 1000cc, sengaja gue beli karena hemat cui.
*6 : Ongkos diluar reparasi. Servis 2 bulan sekali, jadi dibagi 2 harganya.
*7 : Hutang mobil Cuma 40jt, jangkan waktu 5 tahun dengan bunga flat 3% (pinjaman karyawan), silahkan hitung sendiri.
*8 : Sesuai kontrak yaitu 8,5jt/5thn = 8,5 dibagi 5, lalu dibagi 12 = Rp.141.700.


Ini semua tentunya belum termasuk tabungan. Kenapa tidak termasuk tabungan??
Bagi gue tabungan itu adalah uang yang tidak kemana-mana atau uang terencana. Expense seperti biaya pendaftaran dan uang pangkal sekolah Vira gak termasuk dalam expenses gue, karena sudah direncanakan.
Ini juga termasuk uang jajan, uang makan-makan ke restoran, uang vacation, dll. Itu semua masuk tabungan agar terkontrol. Gue dan keluarga habis sekitar 200 - 250.000 (ya, cuma segitu, ada penjelasannya nanti) sebulan untuk makan-makan bareng, dan itu keluar dari tabungan dan kita tau berhentinya kapan. Kalau mau ada acara bulan depan, ya bulan ini kita makan di rumah aja.

Berapakah yang gue tabungin sebulan?
Tabungan pendidikan (untuk biaya masuk sekolah, non-spp) : Rp.300.000
Tabungan liburan : Rp.250.000
Tabungan pribadi : Rp.300.000
Tabungan jalan-jalan/makan-makan: 300.000
Tabungan dana darurat : Sudah keisi 12x gaji, jadi gak perlu diisi lagi.

Kalau ditambahkan memang lebih dari 6jt sebulan, tapi duit tabungan kan di tetep milik gue dan bukan expenses bulanan. Lagian yang protes kan lebih dari 6jt belum termasuk tabungan kan??

Here's a good question:
"Loe kan sering makan-makan sushi, masa' sih pengeluaran makan lo cuman segitu?"

My friends, that is why its good to be the boss. Kalo lo liat di blog foto atau facebook gue, kan semua itu makan siang, dan pasti selalu bersama client (walau client kagak gue foto kali). Kalo gue lunch dengan client dan rapat, itu kan expenses kantor, bukan gue dong yang bayar. Please deh, kalo gak sama client gue juga makannya pecel ayam di perempatan Pemuda-Pulomas. Paling mahal kwetiau siram yang 12.000 per porsi.

The point here, kalo kantor lo gak ngasih benefit lunch atau entertain client, bikin usaha diri gih dan berikan benefit itu pada dirimu. I have no credit card debt and is happy as a bird.
Oh ya, plus one more thing. Gaji Rika 100% dipake sama dirinya, jadi gue minim ngasih duit dia buat belanja :-D

So yeah, thats my expenses. How's yours?

2 comments:

taufiq said...

Love the last point, be the boss, hahaha
iya yah,gue juga selalu masukin lunch meeting di pengeluaran kantor :)
bikin usaha ndiri gih...hehehe

Surya said...

Trims untuk bagi2 cerita ongkos hidup Jakarta. Setuju, memang mahal. Itu belum termasuk ongkos sosial lainnya. Yg mengesalkan, waktu banyak habis di jalan pula. Kalau ada pekerjaan lain (yg sama gaji, pendidikan anak, dll), lebih baik kerja di kota lebih kecil. Sayang, Indonesia belum merata.