Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Tuesday, August 29, 2006

Amazing Flipping Baby!

Wah, senengnya...
Vira dah bisa main akrobat sendiri. Semalam, selain tiba-tiba bisa terlentang sendiri secara lancar, juga bisa berguling sendiri dan udah kuat banget nahan kepalanya. Seneng banget bapaknya, apalagi karena habis stress di kantor ngejar deadline. She always know how to make me smile. :-D

Siapa tau bulan depan Vira udah bisa chatting, mungkin nerusin nulis blog ini sendiri, atau udah bisa pake photoshop, hehehehehe...
:-p

Friday, August 18, 2006

Arti kemerdekaan...

"17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita..."

Gue emang rada sentimentil tentang hari kemerdekaan, mungkin karena gue kagum banget sama kedua kakek gue yang pejuang, satu seorang arsitek yang menjadi tentara, dan satunya seorang guru yang berjuang mendidik bangsa. Keduanya adalah pahlawan bagi gue, dan 17 Agustus adalah hari dimana gue menghormati jasa-jasa mereka.

Selain itu juga menandakan perjuangan gue dulu menjadi seorang Paskibraka (yeah, like 12 years ago and 30kg less) yang dari push-up, sit-up, lompat kodok, baris-baris panas-panasan... I was in service selama 4 tahun, bahkan saat di KBRI Belanda dulu.

Tepat setahun yang lalu, aku dan Rika menemukan tanda positif (+) pada test-pack kehamilan. So really, it is a special day.

Setelah semalam kalah lomba ping-pong (I suck at this) dan kalah juga lomba catur (Sampai semi final, padahal tahun lalu sampe final. Tough competition this year), aku bangun rada kesiangan, lumayan cape dan ngantuk berats.

Siang hari, langsung ke rumah mertua, disana sementara Rika dan kakak-kakaknya ikut lomba macam lari karung, bakiak dan getok kaleng, gue dapet bagian "jaga wartel" mertua. Mertua gue ikutan lomba soalnya. Tapi aku ngga' miss the fun sedikitpun. Lombanya ada pas di depan wartel.

So, apakah arti kemerdekaan itu?
Kemerdekaan adalah hak gue untuk milih main komputer di wartel sambil nunggu wartel yang ber-AC sementara di luar 45 derajat celcius panasnya, jadi selain itu semua diatas, tahun ini pas musim kemarau, gue bisa duduk dengan adem di dalam wartel... hehehehehe

Wednesday, August 16, 2006

Accidentally in Solo

Jadi gini nih ceritanya...
Rencananya tanggal 18 Agustus ini gue akan berangkat ke Solo untuk menghadiri pernikahan adik sepupu gue Lia. Dari urusan Tiket sampai dengan jahit baju, semuanya sudah siap. Pokoknya gue dan Rika udah semangat long weekend ini kita bakalan berleha-leha di Solo, bahkan udah sampai bikin jadwal mau kemana aja dan kapan.

Namun...
Kabar buruk melanda pada hari Jum'at 11 Agustus yang lalu. Pak'de Taru, kakak bokap yang paling tua tiba-tiba masuk rumah sakit. Bokap-nyokap yang rencananya akan berangkat tanggal 16 Agustus aku pindahkan flightnya ke hari Senin pagi. Tapi yang namanya nyawa itu ditangan tuhan. Pak'de Taru wafat pada hari Sabtu jam 11 siang.

Di hari Sabtu, disaat travel (dan kantor airline) pada tutup, aku mencoba merubah flight date tiket bokap ke sore itu atau minggu pagi, namun peraturan dari airline menyatakan bahwa tiket hanya dapat diubah tanggalnya sekali, meaning: itu tiket cuman bisa buat hari Senin dan non-refundable. Waaaa... that's a stupid rule!

At the last moment, akhirnya gue beliin tiket baru buat bokap. *sigh... itu tiket hari Senin angus deh.
Minggu pagi gue anter bokap ke Bandara, dan gue spend about 1,5 jam disana jadi calo tiket, siapa tau ada yang butuh tiket buat berangkat besok pagi.

Eh, sesampainya di rumah, Rika bilang: "Mas, aku hari Jum'at dan Sabtu disuruh masuk kantor, lembur..."
Ngga' tau kesambet apa, gue langsung bilang sama Rika kalo kita berangkat ke Solo besok pagi (Senin).
"Telpon kantor sana, bilang ada yang Wafat dan harus ke Solo 2 hari" aku bilang. Tiket buat tanggal 18 aku cancel langsung, dan berangkatlah kita ke Solo pada Senin pagi.

Di pesawat, jadwal jalan2 buat tanggal 18 kita reschedule buat dua hari ini. Banyak yang terpaksa kita coret dari list, seperti jalan2 ke Yogya dan ke Candi Sewu. Karena cuma dua hari dan rada-rada pilek, Vira pun terpaksa kami tinggal dengan neneknya (asik... bapak ibunya honeymoon lagi!!).

Setelah touch-down kita pun langsung nyekar ke kuburan Pak'de yang tepat di depan makam kakek dan nenekku. Setelah berdoa untuk ketiganya, aku dan Rika langsung menuju rumah Pak'de untuk berbela sungkawa dengan Bu'de Taru. Disana kami bertemu dengan sepupu-sepupuku yang lain, anak-anak dari Pak'de. Bu'de tampak sedih, namun tegar. Kadang beliau masih berbicara soal Pa'de seakan beliau masih hidup. Kehilangan seseorang yang dicintai memang berat.

Sticking dengan schedule, aku dan Rika langsung ke rumah Om Dhasono untuk pamit karena tidak dapat hadir dalam pernikahan Lia Sabtu besok (Rika harus masuk kantor kan). Setelah semua urusan formal selesai, jam 1 siang kita memulai liburan di Solo, starting dengan makan siang di restoran pancingan di Boyolali. Ditemani bokap-nyokap dan bu'lik Fatimah, kita makan ikan gurame bakar dan goreng sampai perut buncit-buncit, dilanjutkan jalan-jalan ke Cokro, tempat favorit bokap-nyokap dulu pacaran (hehehehehe).



Cokro itu adalah mata air, menjadi tempat wisata karena selain dijadikan pembangkit listrik tenaga air, juga sebagai tempat berenang yang lumayan asik. Airnya bening dan... wah, bikin pengen banget nyebur deh..
Kita berdua puas-puasin foto disini (biar kerasa kaya' liburan), dan bokap, nyokap dan bu'lik sempet pose anak band... :-))
Sebelum balik ke rumah bokap, kita sempetin mampir ke rumah Bu'de War (kakak bokap) yang sedang sakit. Alhamdulillah keadaannya sudah mulai membaik.

Malamnya kita tidur di rumah bokap di Karangnongko. Ini dulu rumah kakek gue dan diwarisin kepada Pak'de gue, namun Pak'de ga mau dan tukeran sama sawah nyokap. Saat ini rumah ini sudah dijadiin dream-home bokap-nyokap. "Buat Pensiun" kata nyokap, padahal keduanya udah jauh melewati usia pensiun. Karangnongko itu daerah kampung banget yang isinya sawah melulu. Walau jauh dari gunung Merapi, tapi akrena sawah dan datar, Merapi tuh kelihatan jelas dan serasa dekat. Rada ngeri juga, apa lagi di sawah2 sini ada banyak bongkahan batu bekas letusan gunung merapi dari seabad yang lalu. Batu-batu tersebut segede mobil, jadi kebayangkan seberapa gede letusan Merapi sampai bisa ngeludah batu sejauh itu.

Paginya Rika bangun mengigil akibat semalem blagu ga mau pake selimut. Anyway, biar ngga' terlalu kedinginan, kita main badminton dulu. Bokap bikin lapangan badminton dibelakang rumah, dan dipakai orang-orang sekitar untuk klub bulutangkis juga. Ada club house pula... ckckckckc.. gaya resort abis deh.

Siangnya aku sempetin mampir ke Mangkunegaran. Walau sudah sering kesana bawa temen-temenku, Rika belum pernah. Disana selain the usual tour, kebetulan pas ada latihan gamelan dan tari, dan ya kita ikutan deh (turis abis dah). Eh... pas lagi nari, bret... celana gue robek.

Waaaa... jeans gue nyangkut paku di pintu dan ternyata paku itu lebih keramat. Isin tenan (malu banget). Buru-buru deh ganti celana. Mana jeansnya Levis pula, huhuhu... :-(

Akhirnya setelah jalan2 di klewer dan makan selad solo di Klegen, kita pulang ke Jakarta. Kangen nih ama Vira. Sesampai dirumah pun bapak dan ibunya dulu-duluan ngegendong Vira, kaya' anak SD rebutan kue.

Monday, August 07, 2006

Mulai angkat kepala

Minggu lalu, Vira sudah mulai bisa tengkurep, walau masih dibantu papah dan mamahnya. Dia juga sudah mulai kuat angkat kepalanya selama 2-3 menit, walau masih rada manggut-manggut kaya wakil rakyat di DPR, setidaknya manggut-mangut yang ini lucu dan gemesin...
Gue masih adaptasi dan kadang-kadang terheran-heran pada diri sendiri, sepertinya gue mulai biasa sama this fathering stuff.
Kaga' kebatabf deh 4 bulan yang lalu, gerakan se-simple balikbadan, angkat kepala, dan ngoceh kaga jelas bayi bisa bikin gue senang dan tertawa-tawa. I think I'm getting soft... or maybe starting to act my age. ;-)

Friday, August 04, 2006

Ga mau pisah

Rutinitas tiap jam 9 malam keatas adalah menidurkan si kecil Vira sembari Ibunya pules duluan. Kadang cepet, kadang lama Vira tidurnya, kadang kala harus diindung-indung lama baru bisa tidur. Enaknya, Vira kalo uda tidur, bakal bablas sampai besok pagi, jadi alhamdulillah ngga' pernah ngalemin malam panjang seperti orang tua yang lain (cerita mereka sih gitu semua... anak gue kalem aja tuh). Dia tidur pules dan damai dalam boks bayinya.

Vira tidur emang pules, tapi jam 1-2 pagi kita harus bangun dan kasih minum susu. During this time, dia minum sambil tidur, and that is it. Biasanya yang tugas pagi itu mamanya.

Namun, kadang aku juga bangun. Kadang juga bangun karena ada yang pegang-pegang muka. Lha... Vira keluar dari boksnya??!?! Kok bisa??!!

Ya tentu ini kerjaan mamanya Vira yang rada ngga' tega naruh anaknya di boks (atau emang males naruh di boks habis ngasih minum). Policy gue sih, si Vira harus tidur di boks. Dan nanti saat kita pindah kembali ke Rawamangun, Vira tidur di kamarnya sendiri biar mandiri. Tapi mamanya ya gitu lah, belum rela pisah sama anaknya, walau masih dalam satu kamar.

Jadi saat ini paling kalo bangun, aku pindahin Vira ke boksnya (tentunya bila mamahnya udah pules lagi), tapi kadang gue biarin aja tidur disebelah gue, hehehehe... gemes sih.