Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Sunday, September 10, 2006

PNS Sucks!!

Kalo anda PNS, silahkan ngaca dan coba jawab pertanyaan ini: Do you suck?
As of today, saya memutus semua client yang bersifat BUMN, I have had enough of you all, and currently thinking of moving permanently to England or Singapore. Gue udah di ujung toleransi akan korupsi di pemerintah.

Pertama-tama, tidak semua PNS menyebalkan, cuma sekitar 90% dari mereka.
Kedua, tidak semua PNS korupsi, cuma sekitar 95% dari mereka
Ketiga, tidak semua PNS perampok, cuma sekitar 60% dari mereka

Selama ini gue strict terhadap client BUMN: I don't overprice, dan standard marketing fee is 15%, not more not less, dan itu dari keuntungan perusahaan, bukan dari "pak, nitip dong, harganya dinaikin 500 kali lipat". Everything is in black and white.

Banyak dari teman gue ga pernah ngajak gue meeting dengan orang BUMN, karena pasti saat mereka ngomong harga dan minta "nitip", I usually pack up and leave. Gue merasa terhina kalo mereka minta harga gue di mark up buat mereka... hey, I pay my taxes, loe minta korupsi dari duit gue yang gue kasih ke negara untuk gaji dan proyek loe.... No wonder nih negara tidak berkembang, sebab PNS macam mereka makan itu duit haram, dan kalo gue bilang ya, duit yg gue dapet juga haram, you expect me to feed my wife and kids with that!!!

Ternyata strictnya gue mulai tidak ngaruh. Tiap tahun mereka makin berani ngomong dan nodong didepan saat meeting rame-rame, dan kalo mereka ga bisa mark-up, mereka merampok, and that is what happened. Dalam tahun ini gue dirampok dua kali, and that pisses me off...

Pertama oleh Departemen Industri, saat pengambilan 60% dari payment akhir setelah pekerjaan selesai, gue dirampok 37 juta rupiah, langsung di depan gue, tanpa malu, pake ngancem ga ngasih kerjaan(like I want your next job), ngancem ga bayar (dengan cara memalsukan tanda terima), atau bahkan siap mempersulit hidup gue dengan membuat laporan palsu tentang pekerjaan gue.

Saat itu gue siap nampol tuh muka orang pake laptop gue, guns blazing, the works..., tapi gue ada 4 programmer dan 5 orang network installer yang harus gue bayar, all familymen (and women), dan partner gue ga berani taking chances.
Gue terpaksa menyerah, literally my tails between my legs.

Yang kedua terjadi beberapa hari yang lalu. Pembelian 40 tiket untuk Departemen Pekerjaan Umum. Saat mengambil uang, pemebelian, mereka dengan enaknya mengambil potongan mereka sebelum memberikan uangnya ke karyawan gue.. Dari 40 tiket yang pemebeliannya worth 40juta rupiah, gue cuma dikasih 250 ribu...
Gue nyesel ga ada disana (karena travel ditangani karyawan), karena gus pengen banget seret tuh orang dan gue arak keliling kota dengan plakat tulisan "koruptor & rampok" di kalungin di dadanya...

Seriusly, no more BUMN clients. They can all go to hell...

10 comments:

amicatz said...

Memang ngeselin kalau ngadepin oknum yang gak tau malu kayak gitu. Beberapa kali juga suami Gue berhadapan dengan jaksa yang gak tau malu. Udahlah berumur ehh dengan gak malunya minta-minta! Soo Shallow! gak punya harga diri lagi sampe minta-minta gitu. Apapun namanya atas nama apapun itu perbuatan Nista!
Menurut Aku harusnya dari pengalaman pertama jangan pernah lagi terima klien itu. Believe me you do the right thing! It's a bitter lesson..

Wati said...

seriously man... that's suck!!!

Chandra Marsono™ said...

You know what else really sucks?? Gue barusan ditilang dan berantem ama Polisi. Udah gue kaga salah, eh dia pake minta duit segala...

Wati said...

hihihi... sing sabar nggih dik... :D

tata said...

Chan inget orang sabar disayang tuhan.
Oh iya kalo elo ketemu lagi orang Departemen Industri itu tadi dijalan atau dimana gitu, embat aja chan. jgn tedeng aling2. Orang gitu mah go straight to hell....

gile, mendidih nih hati gue baca blog elo. 99.9999999% pegawai negeri emang f*ckers.

Chandra Marsono™ said...

Injiiiih bu Wati. Kulo wis sabar. Mas Tata kalo mendidih, cooling down dulu... Ambil napas dalam-dalam, dan whoooshaaaa...

ayu said...

ih nyebelin banget sih *grr*

Chandra Marsono™ said...

...sepertinya gue ga belajar-belajar dari kesalahn gue.. apa 3 times the charm ya? Barusan aja terima job dari BRI (Bank Rakyat Indonesia)... Mudah2an orang disini tau malu dan tidak korup (yeah, right!)

Pitra said...

wahaha.. jadi inget Bak Kesawan..ya gak, Chan?
tu udah swasta, tapi perilaku kayak PNS..

Anonymous said...

PNS really sucks. Seolah PNS adalah kerjaan yang di dewakan! Damn!