Hello!
Welcome to my little blog. Besides the stories, news, perspectives and rantings below. My last tweet was :
""

follow me on Twitter or follow me on PLURK

Tuesday, February 26, 2008

My Hero



From a mailing list:

Kuak Konspirasi Bikin Senjata Biologi dari Flu Burung Buku Menkes Fadilah Bikin Gerah AS-WHO
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).
Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.
Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It's Time for the World to Change.
Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung.
"Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke negara kita," ujar Fadilah kepada Persda Network di Jakarta, Kamis (21/2).
Situs berita Australia, The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi.
Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO.
"Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan
kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport, dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.
Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1.000 eksemplar untuk cetakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Total sebanyak 2.000 buku.
"Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan penerbitan besar," katanya.
Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua.
"Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush," ujar menteri
kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini.
Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memintanya menarik buku dari peredaran.
"Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia, sebagian, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku dari peredaran.
Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu.
Mengubah Kebijakan
Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.
Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai selama 50 tahun.
Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di Indonesia pada 2005.
Majalah The
Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.
"Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman virus flu burung, yaitu transparansi, " tulis The Economist.
The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu burung 2005 silam.
Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung.
Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan
diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen.
Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium
litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya
ternyata sama. Tapi, mengapa WHO
CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?
Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di Vietnam. Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian dibuat bibit virus.
Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta, pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju, negara kaya, yang tak terkena flu burung.
Mereka mengambilnya dari Vietnam, negara korban, kemudian menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi.
Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak.

Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.
Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC.
Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico, AS.
Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya tak diketahui.
Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS.
Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima. Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?
Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu.
Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos, memujinya.
Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi transparansi.
Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia, yang konon telah ditempatkan di Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.
Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran virus yang adil,
transparan, dan setara.
Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik dan membahayakan dunia.
Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO di akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui dan GISN dihapuskan.

Saturday, February 09, 2008

What the F@$#??!?!?!!

Indian Thriller but in Malay... Weird shit, I think I need therapy after watching this.

Wednesday, February 06, 2008

Talk Like Chinca

Bagi mereka yang fans berat sinetron Indonesia yang sangat tidak mendidik dan sangat fans sekali pada Cinta Laura, tapi gak ngerti dia itu ngomong apa, sekarang ada nih kamus lengkapnya. Silahkan di simak : http://wiki.cahandong.org/Cinta_Laura.

Dancing Baby

Im's Back In Jakarta

Road to Airport is Flooded

Last Saturday, Im arrived on the 9 AM AirAsia flight from KL. Unfortunately, she arrived at a bad time. Jakarta just started to recover from a seasonal flood, and alas, I wasn't able to pick her up from the airport. She had to take the bus and was stuck in the alternative route traffic for almost 5 hours.

Gone in 60 Sec... 30 ActuallyShe was afraid of missing the bus, she forgot to buy something to eat. But luckily we had prepared a meal for her once she arrived at our house, and boy did she ate....

After a few hours of a well deserved rest (which Im spent most of it by playing with Vira), Im finally accomplished her mission: Eating Mie Ayam. Yup, we took her to Bakmi Naga in Keramat and she ordered a big bowl of the house's specialty.

After a busy day, we all went home. Im's friend is due to arrive the next day. Enjoy the photos on Flickr

Mmmmmuach! Finally, Lunch!
At Bakmi Naga Jl.Keramat Nasi Tim Ayam Jamur
Vira and auntie Im I Was There! Mission Accomplished

Monday, February 04, 2008

My Mini City

Please do stop by for a visit, be a citizen just go to: http://chandrapolis.myminicity.com/

Wednesday, January 23, 2008

Jangan Ketawa!

Lagi bersih-bersih card index, buang-buang kartu nama yang udah usang, eh nemu ini. Inget banget nih kejadian tahun 1999 saat masih kerja di travel portal itu. Jangan ketawa loh, itu asli namanya beneran.


Bayangkan tiap kali meeting ketemu client ini kita nahan ketawa.

Thursday, December 06, 2007

Payday Ritual

Horee... Its Payday.
Unlike most people, 80% of my pay goes directly to my wife's account. 20% is for me to pay my credit cards, insurance, etc. Don't feel like having a debt collector knocking on your door or cellphone ever (anti banget), and insurance is a must for me, although I don't get sick often, but its good to know I'm covered.

So the first days of payday is spent wisely paying bills and feeling proud, the next day is finding out the rest of that 20% is now only about 5%....

WTF? Is that all that's left??!??!!

Well at least I don't have to worry about buying food and clothes, etc, thats Rika's department (since I give her most of my pay). Well that's my monthly payday ritual, how's yours?

Monday, December 03, 2007

Springrolls

All Rolled Up
Frying the Spring Rolls
Crispy & Crunchy Golden Browns

My weekend cooking project.
Rolled up and cooked about 280 of these bad boys. Each filled with bamboo shoots, mashed potatoes with mayo, thin slices of carrots, slices of boiled eggs, and some boiled rice noodles. Served with Vietnamese chili. Delicious, the whole family and friends finished the lot in less than an hour. Hungry crowd.

Wednesday, November 28, 2007

Birthday Dinner

Early Dinner @ TomodachiYou can't really call it a dinner, since we ate at 5PM. The restaurant was a bit far, so we had to compensate since we had to pick Vira up from her grandma's place. It was a birthday dinner for Rika.

Her Birthday was on last friday, but she couldn't have it on that day since she had to go to a company training in Bandung.

Steak ala TomodachiNow that she has a day off after the training, I took her out on her well deserved dinner.

We ate at her favorite restaurant, the Tomodachi. She likes the steak at Tomodachi since she first tried it in Bandung. Its tender, small yet tasty and fulfilling.

Shhhhh... Don't Tell RikaI got her that N6300 she always wanted, sadly we cut our dinner for two short since we had to pick up Vira. We don't want to pich her up too late in the night.

My beautiful wife is now 27. Love you!

Tuesday, November 27, 2007

Monday, November 26, 2007

How Brain Functions

This is what I saw...

What My Eyes Saw...



This is what my brain saw...

What My Brain Saw...

Picture CC (creative commons) rights Chandra Marsono

Friday, November 09, 2007

Saya Nanya Kok Minta Nomor Handphone?

Hari ini gue nelpon sebuah fitness centre, rencananya mo mulai fitness lagi nih (cieh, program menurunkan berat badan, suit..suit...priketiewww). Tapi kok rada aneh ya. Setelah tersambung gue tanya dong:
Gue : "mbak, joining fee dan monthly feenya berapa ya mbak?"
Sales : "nama bapak siapa ya?"
Gue : "Chandra"
Sales : "Pak Chandra nomer HPnya berapa?"
Gue : "Apa hubungan pertanyaan saya dengan nomor hp?"
Sales : "Kami butuh nomor hp bapak"
Gue : "Untuk apa??"
Sales : "Agar dapat kembali menghubungi bapak"
Gue : "Saya tidak suka memberikan nomer hp saya ke orang
lain begitu saja. Monthly feenya berapa?"
Sales : "Tapi saya butuh nomor telpon bapak"
Gue : "Saya gak mau ngasih kok. Saya suka privasi saya"
Sales : "Tapi kami perlu agar dapat memproses pertanyaan bapak"
Gue : "Mbak ini jualan fitness apa tukang minta nomor sih?"
Sales : "...."
Gue : "Sekali lagi, berapa monthly dan joining feenya"
Sales : "Maaf pak, tapi kami butuh nomor bapak untuk data kami"
Gue : "Ya udah mbak, saya cari tempat fitness lain aja"

-hang up-

Ini bukan pertama kali. Banyak hal serupa saat gue telpon minta info. Beda ya kalau restaurant, pas kita mo pesen lewat telpon mereka minta nomor telpon kita biar pasti dan jika kita nipu bisa buat dibawa ke polisi, cuma kalau perusahaan yang kita belum tentu mau menggunakan jasanya. Mau beli kertas aja udah ditanyain dulu nomer hpnya, padahal dijawab aja belum, gak sopan. Maaf, tapi saya gak mau pas meeting tiba-tiba ditelpon oleh kartu kredit X atau produk lainnya dan langsung ngacap nawarin produknya. I only give my personal details with my consent.

Kalau anda memberikan nomer HP anda sebelum dia menjawab pertanyaan anda ataupun tanpa meminta ijin anda untuk boleh ditelpon atau tidak, don't give them. Its a violation of privacy. Hukum di Indonesia tidak memproteksi itu, jadi proteksilah diri anda sendiri.

Monday, October 29, 2007

Pesta Blogger 2007

Pesta Blogger 2007 : Red Carpet Pesta Blogger 2007 : Red Carpet Pesta Blogger 2007 : Red Carpet Pesta Blogger 2007 : w/ WW
Pesta Blogger 2007 : Innovative Goat Innovation Pesta Blogger 2007 : w/ Kang Azul Pesta Blogger 2007 : w/ Vanya Pesta Blogger 2007 : We Blog Everywhere!

Part Two
Final Report

Kembali disambung biar seru dan renyah (gak jelas bahasanya). Initially Pesta Blogger 2007 merupakan acara yang cukup menarik, tapi kurang nendang. Topik yang ditawarkan tidak begitu hangat, beberapa pembicara (terutama yang dilepas sendiri pada beberapa segmen) pada stage fright dan terkesan tanpa persiapan. Hal-hal menarik seperti program memberi kambing via internet dan masih banyak lainnya lebih didapat dari omongan bertemu dengan beberapa blogger lainnya, which I think counts more. Event ini mempertemukan banyak blogger dan kita punya kesempatan besar untuk networking. Thats the key, so lets hope acara lebih fokus mengekspose itu untuk tahun depan. Silahkan melihat foto-fotonya diatas, and see you at Pesta Blogger 2008.

Saturday, October 27, 2007

Pesta Blogger 2007 (Live Reporting)

Part One
On Location

Online niiiiii, di Pesta blogger 2007, thanks to XL for the free wifi internet connection. Akhirnya gue memutuskan untuk hadir di Pesta Blogger 2007. Awalnya gue sangat bimbang, dateng gak ya. Gak dapet undangan soalnya (narcist amat deh), tapi sedikit persuasi dari Ayu dan Boy, akhirnya deteng juga. Gak rugi sih, walau bayar 100 rebu, the food was good, and the discussion was not bad. I was hoping for a little more fizz and ban, but it wasn't really what I was dreaming of.

Pesta Blogger 2007 : We Blog Everywhere!

Gue kira akan bakal seperti coming out atau pride parade, dimana kita bisa showcase blog kita. but it wasn't, more on the techno side and blogging technology (dooooh, like we haven't know that already).
Tapi ketemu banyak temen on-line, learned more on online selling, branding, dll (walau gak banyak). I'll write more, batere laptop gue mo koit.

Lilypie 3rd Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker